Jakarta - Pengusaha Pola Winson yang rumahnya dilempari
granat di Ciputat, Tangsel, rupanya punya hubungan bisnis dengan
pendiri Partai Gerindra Prabowo Subianto. Atas peristiwa teror itu,
Prabowo mengirim utusannya sebagai rekan bisnis.
Hubungan bisnis
itu diketahui dari keterangan polisi yang menyebut Pola Winson adalah
Direktur Utama PT Kertas Nusantara. Perusahaan kertas itu ternyata
berada di bawah payung PT Nusantara Energy Grup yang dimiliki Prabowo
Subianto.
Perusahaan kertas di bawah pimpinan Pulo Winson itu
berbasis di Berau, Kalimantan. Sebelumnya perusahaan ini bernama PT
Kiani Kertas.
"Bapak kerja di perusahaan Prabowo," tegas salah
seorang sopir Winson, Sutarmin di Perum Tamansari Bali View, Ciputat,
Tangsel, Jumat (27/9/2013).
Menurut Sutarmin, saat kejadian
dirinya tidak berada di lokasi, namun ia dikabari pada pagi harinya dan
langsung kembali ke rumah sang majikan.
"Bapak dengar ada yang
ketok pintu, nggak lama ada bunyi ledakan, untung bapak nggak ke ruang
tamu. Kalau ke ruang tamu bapak pasti kena ledakan," cerita Sutarmin.
"Waktu kejadian keluraga ada semua di rumah,"
Kemudian sekitar pukul 17.30 WIB, setelah polisi melakukan olah TKP di
tempat kejadian perkara, datang 2 orang yang mengaku sebagai utusan
keamanan dari perusahaan pusat (grup) yang dimiliki Prabowo, PT
Nusantara Energy.
"Kita dari pusat (PT Nusantara Energy), kita
punya keamanan sendiri. SOP-nya memang begini khusus rekanan jadi
internal," ucap salah seorang utusan perusahaan itu yang enggan disebut
namanya.
"Sampai di mana dan bagaimana perkembangannya harus
dicek. Ini adanya kan di Polsek dan Polres, nanti kita ke sana juga.
Setelah ada informasi baru kita tindaklanjuti," imbuhnya.
Informasi
yang dihimpun, perusahaan PT Nusantara Group yang dimilik Prabowo
bergerak dalam 5 sektor, yaitu industri kertas, industri kehutanan dan
perkebunan, pertambangan, perikanan, dan jasa profesional.
Nah,
di industri kertas, Nusantara Energy memiliki PT Kertas Nusantara dimana
sebagi direktur utama adalah Pola Winson. Perusahaan ini didirikan
tahun 1990 dan memiliki area sebesar 3.400 hektar di Berau Kalimantan
Timur.
Sementara pelemparan granat itu terjadi pukul 03.30 WIB
dini hari tadi di rumah Pola Winson. Teror itu bertepatan dengan hari
ulang tahunnya yang ke 48. Tak ada korban jiwa akibat peristiwa itu.
Kerusakan hanya tampak di bagian pintu depan berupa lubang berdiameter
sekitar 7 cm dan salahsatu kaca depan rumah pecah.
sumber : http://news.detik.com/read/2013/09/27/204124/2371895/10/1/ada-hubungan-bisnis-prabowo-kirim-utusan-ke-rumah-winson

Tidak ada komentar:
Posting Komentar