Belu dan Jakarta : Orangtua Wilfrida Soik yang
terancam hukuman mati di Negeri Jiran berangkat ke Malaysia untuk
mendampingi putri mereka. Politisi, anggota DPR, hingga lembaga swadaya
masyarakat (LSM) juga ramai-ramai turun tangan memperjuangkan nasib
Wilfrida agar jangan sampai dijatuhi hukuman mati.
Desa Faturika, 50 kilometer atau 1 jam perjalanan dari pusat Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV,
Sabtu (28/9/2013), di sinilah kampung halaman Wilfrida yang terancam
hukuman mati di Malaysia tergerak ingin membantu kehidupan keluarga
Wilfrida merantau sebagai TKI.
Setiap malam di tengah kegelapan
tanpa listrik, keluarganya mendoakan keselamatan Wilfrida mereka
berharap pemerintah tergerak memperjuangkan nasib Wilfrida.
Sabtu
siang, kedua orangtua Wilfrida, Rikhardus Mau dan Maria Kolo berangkat
menuju Kota Bahru, Malaysia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang,
Banten.
Berbagai dokumen dibawa keluarga sebagai bukti Wilfrida
menjadi korban perdagangan manusia karena usianya masih di bawah umur
saat dipekerjakan di Negeri Jiran. Bekerja sebagai pengurus lansia,
Wilfrida kerap mengalami kekerasan dan tekanan, hingga akhirnya didakwa
membunuh sang majikan.
Namun bantuan hukum yang diberikan
pemerintah Indonesia dinilai kurang. Sehingga politisi Prabowo Subianto
berinisiatif menyewa pengacara tambahan bagi Wilfrida. Pengacara yang
disewa akan mendampingi Wilfrida menghadapi persidangan dengan agenda
pembelaan terdakwa Senin lusa. (Sss) http://prabowokeren.blogspot.com/2013/09/video-orangtua-tki-wilfrida-menuju.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar