Elektabilitas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto
selalu tinggi di sejumlah lembaga survei nasional sebagai capres idaman
di Pemilu 2014. Prabowo hanya dapat dikalahkan oleh elektabilitas
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Untuk memanfaatkan momentum, PDIP pun digadang-gadang bakal mengusung Jokowi pada pemilu mendatang. Tapi Gerindra tak sepakat dengan hal itu.
Partai berlambang burung garuda ini meminta Jokowi
menyelesaikan kontrak politik bersama Gerindra yakni menjadi gubernur
sampai masa jabatan selesai. Sebaliknya, Gerindra malah meminta PDIP
mendukung Prabowo menjadi capres.
"Partai ini sudah bulat
mendukung Prabowo. Dan berharap mendapat dukungan dari seluruh lapisan
masyarakat termasuk PDI Perjuangan," kata Ketua Umum Partai Gerindra,
Suhardi, saat dihubungi, Kamis (5/9).
Suhardi menyatakan, pihaknya tak melarang jika nantinya PDIP mendukung Jokowi
untuk nyapres di Pemilu 2014. Hanya saja, dia mengingatkan mantan wali
kota Solo ini sebaiknya fokus menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur
DKI Jakarta sampai 5 tahun ke depan.
"Kalau itu (nyapres) urusan Jokowi dan urusan PDIP. Kita hanya mengingatkan janji kepemimpinan harus konsisten. Kontrak politik Jokowi harus menuntaskan tugas sebagai gubernur menuntaskan Jakarta," jelasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar